Lafal Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah dan Keutamaannya

Puasa Tarwiyah dan Arafah


Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah saw, yang artinya, “Puasa hari Tarwiyah bisa menghapus dosa setahun. Sedangkan puasa hari Arafah bisa menghapus dosa dua tahun.” (HR Ibnu Abbas dan Ibnun Najjar dalam Jam’ul Jawami’).

Dengan merujuk keterangan Syekh Abdurrauf al-Munawi dalam kitab Faidul Qadir Syarh Jami’is Shagir, Ustadz Sunnatullah lebih jauh menjelaskan bahwa yang dimaksud dapat menghapus dosa selama dua tahun dalam puasa Arafah adalah menghapus dosa setahun yang berlalu dan setahun yang akan datang. 

Keterangan ini didasarkan pada satu hadits Rasulullah saw, yang artinya, "Puasa Arafah (9 Dzulhijah) bisa menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim dalam Shahih Muslim). 

Menurut mayoritas ulama, dosa-dosa yang dihapus sebab puasa Arafah adalah dosa kecil. Demikian ini sebagaimana dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Syarah Muslim, dikutip Ustadz Muhamad Abror dalam tulisannya di NU Online.

Keutamaan lain dari puasa Arafah adalah dibebaskan dari siksa neraka. Mengutip hadits Rasulullah, Ustadz Muhamad Abror menerangkan bahwa Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka pada hari Arafah dibanding hari-hari lainnya. Berikut ini sabda Rasulullah:

 مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟  

Artinya, "Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim) 

Lafal Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Waktu niat puasa Tarwiyah dan Arafah sama seperti puasa pada umumnya, dimulai pada malam hari, yakni sejak terbenamnya matahari hingga terbit fajar. 

Adapun lafal niatnya sebagaimana berikut.  

1. Niat Puasa Tarwiyah  

  نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ. 

Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.” 


2. Niat Puasa Arafah    

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ. 

Artinya, “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.” 


Bagi orang yang lupa niat pada malam hari, boleh niat siang harinya, yakni dari pagi hari sampai sebelum tergelincirnya matahari (waktu zuhur), selagi ia belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.   


Berikut adalah lafal niat puasa tarwiyah dan arafah ketika siang hari:   

1. Niat Puasa Tarwiyah siang hari  

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ. 

Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’âlâ.”  


2. Niat puasa Arafah siang hari  

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ. 

Artinya, “Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta’âlâ.”

Berbagi

Dilihat : 0 View
LIVE STATS • SMP TERPADU DARUL DAKWAH
Keren banget! Kamu adalah pengunjung ke-
...
di portal inspirasi SMP TERPADU DARUL DAKWAH
"Terima kasih sudah mampir! Semoga hari kamu penuh energi positif. Jangan lupa balik lagi buat update berita!"

💬 Kolom Komentar

💬 Komentar | Tanya

Memuat komentar...